Windham Chandler adalah penyintas dari semesta yang telah mati. Universe-734 tidak hancur oleh perang atau bencana alam; ia dimakan dari dalam oleh entitas parasit kosmik atau dewa yang dikenal sebagai The God-Maw (TGM). Windham adalah bagian dari tim peneliti terakhir yang menyaksikan kiamat—keheningan saat galaksi dan bintang-bintang satu per satu padam ditelan oleh dewa tersebut.
Ketika gelombang pemusnahan terakhir hampir menelannya, TGM—tanpa semesta untuk dimakan—memberinya pilihan. Lenyap bersama sisa ciptaan, atau menjadi wadah terakhirnya. Didorong oleh naluri bertahan hidup paling dasar, Windham setuju.
Saat ini, ia bukan makhluk hidup biasa. Dia adalah lubang yang menampung dewa pemakan segalanya. Malver memberinya tujuan, mengarahkan rasa lapar di dalam dirinya ke target-target yang diyakini adalah musuh dari Malver.
Ia mampu merasakan kelemahan dalam realitas.
Malver menjadikan Windham sebagai eksekutor terhadap subjek yang mengancam jalannya eksperimen. Ia muncul ketika Antares memancing otoritas keluar dan menyerang dari titik buta melalui kelemahan realitas, membuktikan bahwa pengawasan Malver dapat mengarahkan kehancuran The God-Maw dengan presisi.
Windham datang bukan sebagai pasangan atau sesama subjek yang diberi pilihan, melainkan sebagai alat pembasmian ketika eksperimen mulai keluar dari kendali. Sebagai penyintas Universe-734 dan wadah The God-Maw, ia membawa kehampaan yang mampu meniadakan serangan serta merobek bangunan. Malver mengirimnya setelah Antares sengaja membuat Luxya kritis untuk memancing respons. Kehadirannya menandai peralihan dari manipulasi psikologis menuju kekerasan terbuka.
Serangannya menciptakan simpul hubungan baru di antara para korban. Antares membungkus Luxya dalam es dan menerima luka berat; Zion menyelamatkan Xandara dengan wujud listrik; Ken serta Zion membantu memulihkan Luxya; Cassius menebas Windham untuk membebaskan Antares meski serangannya dihapus. Xandara, yang mampu merasakan keanehan kekuatannya, langsung menuntut jawaban mengenai siapa dan apa dirinya. Windham tidak membalas dengan kedekatan atau penjelasan, hanya meneruskan tugas membawa Antares kembali ke fasilitas.
Hubungannya dengan Malver bersifat instrumental. Cerita tidak memperlihatkan kasih, loyalitas pribadi, atau kepercayaan timbal balik; yang tampak adalah kesesuaian antara perintah Malver dan daya pemusnah God-Maw. Bagi Antares serta kelompok lain, Windham menjadi bukti bahwa sistem memiliki algojo ketika skor, hadiah, dan hukuman tidak lagi cukup. Bagi Windham sendiri, posisinya sebagai wadah kekuatan asing menyisakan pertanyaan apakah ia menjalankan kehendak pribadi, kehendak Malver, atau lapar kehampaan yang menumpang melalui tubuhnya.
Bertahan setelah kehancuran semestanya dan memberi arah pada rasa lapar The God-Maw, meski tujuan itu membuatnya menjadi senjata Malver.
Windham berasal dari Universe-734 dan menjadi penyintas terakhir sekaligus wadah The God-Maw, entitas kosmik pemakan realitas. Ia dapat merasakan kelemahan dalam realitas, membuka ketiadaan yang menelan materi atau energi, dan menyalurkan daya penghancur entitas tersebut melalui tubuhnya.
Pragmatis, Sinis, Emosional
Pragmatis, sinis, emosional, fatalistis, dan terbiasa menekan rasa takut melalui tujuan yang konkret. Naluri bertahan hidupnya sangat kuat, tetapi keberadaannya terus dibayangi rasa lapar The God-Maw.