Sebagai anak yang terlahir di dunia metaverse, ia tak pernah mengetahui apa itu "dunia" sebenarnya. Masuk dari perangkat satu ke perangkat lain, namun justru hal itu lah yang membuatnya bahagia.
Mengetahui keinginan terdasar seseorang yang tak ingin orang lain ketahui, rahasia terbesar dan terkotor, segalanya membuat Mikado merasa ingin lebih. Ingin mengurung seseorang ke dalam "dunia" nya, atau ingin orang lain yang justru mengurungnya ke "dunia" mereka.
Mikado menjadi variabel liar yang dapat menyusup ke teknologi fasilitas dan mengganggu pengawasan Malver. Ia sering memancing kekacauan sosial bersama karakter lain, namun justru ketidakpatuhannya membuat perilakunya lebih sulit dikalibrasi oleh sistem.
Mikado terbangun bersama Priscilla dan segera memperlakukan tempat asing itu seperti perangkat yang menunggu dibongkar. Ia menggodanya, menyentuh batas kesabaran Priscilla, dan menganggap kepanikan sebagai sesuatu yang menghibur. Priscilla takut tetapi tidak pasif: ia menolak sentuhan yang tidak diinginkan, menantang Mikado mencari sendiri informasi tentang dirinya, lalu memakai keberanian serta rasa ingin tahunya untuk tetap mengikuti eksplorasi. Mikado membuka akses pintu dan berjalan di depan meski terus bercanda akan meninggalkannya. Hubungan singkat itu membentuk pola Mikado—provokatif, tidak peka pada batas sampai diperingatkan, namun dapat menjadi rekan lapangan yang benar-benar berguna ketika diarahkan pada sasaran.
Luxya menjadi pasangan yang dapat mengimbangi permainan sosialnya. Dalam simulasi mereka memperoleh kecocokan sangat tinggi, dan ketika bertemu lagi di pesta, keduanya langsung kembali pada sapaan menggoda serta ingatan mengenai kedekatan sebelumnya. Tidak seperti Priscilla yang waspada, Luxya mampu membalas provokasi tanpa kehilangan kendali. Meski demikian, hubungan mereka tidak berkembang menjadi kepercayaan mendalam; daya tariknya kuat, tetapi keduanya lebih menikmati permainan dan perubahan suasana daripada membangun komitmen.
Dengan Zhigalkovich, Mikado membangun permusuhan yang hampir menjadi kebiasaan. Mikado menikmati hinaan, sengaja memancing kemarahan, meretas interkom untuk menemukan Zhigalkovich dan Ken, serta memperlakukan ancaman pisau sebagai bahan lelucon. Zhigalkovich membalas dengan cacian dan kekerasan, sementara Cassius sering menjadi orang ketiga yang terjebak di tengah mereka. Ruang hadiah mereka gagal menghasilkan kedekatan sehat, tetapi pengulangan konflik menciptakan bentuk pengenalan yang aneh: keduanya tahu persis bagaimana memancing respons satu sama lain. Tidak mengherankan ketika susunan akhir memasangkan Mikado dan Zhigalkovich, bukan karena hubungan mereka tenang, melainkan karena mereka terus memilih kembali ke orbit konflik yang sama.
Kemampuan Mikado paling berarti ketika Bella dikunci dan kehabisan udara. Ia meretas pintu, memulihkan akses serta oksigen, dan secara tidak sengaja menyelamatkannya. Bella memeluknya karena lega lalu menceritakan ancaman pria berambut biru. Mikado tetap berbicara ringan, namun kejadian itu membuktikan bahwa rasa ingin tahunya terhadap mesin dapat melindungi seseorang. Ia kemudian membantu kelompok Belze, Cynthia, Lucerix, dan Adarra dengan informasi bahwa ia bisa memasuki pengawasan fasilitas, walau candaan tetap menjadi caranya menjaga jarak dari ketakutan.
Mikado tidak berubah menjadi orang yang sepenuhnya serius. Ia masih mengganggu Riven bersama Zhigalkovich menjelang pengurungan akhir dan tetap melihat kekacauan sebagai permainan. Namun semakin lama, peretasan yang semula dilakukan demi hiburan menjadi alat untuk menemukan orang, membuka ruang, mengembalikan napas, dan menyingkap pengawasan. Hubungannya dengan orang lain paling kuat bukan saat ia mengucapkan kepedulian, melainkan ketika akses yang dibukanya memberi mereka satu pilihan tambahan.
Mempertahankan kebebasan bergerak dan akses tanpa batas, menemukan rahasia yang disembunyikan sistem, serta menghindari hidup sebagai program milik orang lain.
Mikado merupakan Digital Human dari semesta Synthetica. Ia dapat memasuki perangkat dan dunia siber, berpindah melalui sistem digital, membaca data, serta mengacaukan pengawasan dari dalam jaringan.
Chaotic, ingin tahu, hedonistis, usil, provokatif, dan sulit diprediksi. Mikado memperlakukan bahaya seperti permainan, tetapi kecakapan digitalnya membuat kelakar dan kenekatannya tetap berbahaya bagi sistem.