Character / Soraya Marenishchka

Soraya Marenishchka
character-image
Faceclaim Source
Morgan La Fey (Fate Grand Order)
Score

0

0 users
Ranked #771
Favorites: 0
Stories
image
Diablo Voids Supporting
Information
Morality: Hero
Full Name: Soraya Marenishchka
Nick Name: Soraya
Sex: Female
Races: Witch/Wizard
State: Unknown
Author
image
Xiao Chie 12 characters
About

‎Soraya lahir saat badai salju paling parah dalam sejarah Murmansk, dan dari bayi sudah menunjukkan keanehan—es yang terbentuk di jendela akan membentuk pola bunga, suhu kamar selalu dingin meskipun dipanaskan. Ia dibesarkan oleh neneknya, Baba Varya, seorang penjaga tradisi kuno Slavia yang percaya kekuatan Soraya bukan sebagai kutukan, melainkan warisan sihir kuno.

‎Neneknya mengajarkan Soraya bahwa ia adalah keturunan dari Snezvenya Vedma—penyihir salju yang dahulu melindungi desa-desa dari roh jahat musim dingin dengan memanfaatkan kekuatan dan senjata modern- senapan yang biasa dipakai para pemburu. Neneknya mengajari Soraya untuk tenang agar kekuatannya lebih presisi.

‎Tenang dan dingin seperti salju yang turun lembut.

‎Soraya yang yang hampir tidak punya pengalaman keluar desa kecilnya mengakibatkan dirinya seringkalo penasaran dengan dunia luar dan kota-kota besar dan hiruk pikuk kota.

‎Udara dingin dan kegiatannya membuat Soraya punya nafsu makan besar yang hampir bisa dibilang rakus.

Soraya membangun kedekatan yang aman dengan Leon dan menjadi salah satu pusat kehangatan emosional kelompok. Sistem kemudian menandainya sebagai aset bernilai tinggi. Walau tidak sepenuhnya memahami intrik Malver, ia mampu menjaga ketenangan dan memberi alasan bagi orang lain untuk tetap manusiawi.

Soraya memasuki eksperimen dengan pengetahuan sosial yang terbatas oleh kehidupan terlindung di bawah asuhan Babushka. Ketika bertemu Leon dan Zion, ia bahkan harus meminta penjelasan mengenai tujuan reproduktif kelompok. Rasa malunya besar, tetapi ia tetap mengajukan pertanyaan, mendengarkan pentingnya persetujuan, dan tidak membiarkan kebingungan sepenuhnya mengambil keputusan darinya. Leon memperlakukannya sebagai orang yang harus diajak bicara, bukan hadiah kelompok, sedangkan Zion mengungkap bahaya sistem dengan cara kasar dan merendahkan.

Dalam ruang hadiah bersama Leon dan Zion, Soraya berada di tengah dua bentuk perhatian. Zion memprovokasi, menggoda, dan menolak gagasan bahwa mereka harus diperlakukan seperti makhluk rapuh. Leon memikirkan konsekuensi lintas semesta, menggenggam tangan Soraya, dan berjanji bertanggung jawab karena tubuh Soraya akan menanggung risiko lebih besar. Soraya yang belum terbiasa mengambil keputusan intim sering menyerahkan arah kepada mereka, tetapi ia perlahan belajar membedakan perlindungan yang memberi ruang dengan perlindungan yang mengambil alih.

Hubungannya dengan Leon tumbuh selama tiga puluh hari dan berlanjut dalam kebiasaan mingguan. Leon rutin memeriksa keadaan serta pola makannya; Soraya menyiapkan makanan dan aktif mencarinya di pesta. Leon memeluknya dari belakang, khawatir karena nafsu makannya berkurang, sementara Soraya berusaha menenangkan kekhawatiran itu dan berterima kasih karena ia terus hadir. Kedekatan mereka tidak bergantung pada satu simulasi besar, melainkan pada akumulasi perhatian kecil yang membuat keduanya menganggap kebersamaan sebagai sesuatu yang wajar.

Soraya juga membentuk hubungan berbeda dengan Axel. Mereka pernah dipasangkan dalam simulasi dengan kecocokan tinggi, dan Axel mengenalnya cukup baik untuk bersikap akrab tanpa memaksakan klaim. Ketika enam jam terakhir diumumkan, Soraya justru ditetapkan bersama Lucerix—orang yang hampir tidak dikenalnya—sementara Leon dipasangkan dengan Sonata. Soraya memilih tetap bersama Leon. Ia mendengarkan ketika Leon mengakui bahwa dunia asal sudah menganggapnya mati dan tujuan mencari keluarganya telah runtuh. Soraya menenangkannya dengan cara yang ia pelajari dari Babushka, menyebutnya teman pertama, lalu menjanjikan kehadiran. Ketika sadar sebutan teman melukai Leon, ia tidak pergi; ia membiarkannya kembali bercanda dan menggendongnya untuk menghabiskan waktu bersama.

Zion tetap berada dalam lingkaran hubungan mereka. Soraya pernah ingin meminta maaf kepadanya, mengingat pengalaman kelompok awal dan mengetahui bahwa kemarahannya sering berakar pada penolakan. Namun ketika Zion kemudian menyerang Soraya sebagai alat tawar agar sistem mengembalikan Xandara, batas itu menjadi jelas. Leon menangkap serta melindunginya, sementara Soraya sendiri menggunakan es untuk melindungi mereka dari keruntuhan. Ia bukan korban pasif; kekuatannya menjaga Leon sebagaimana Leon menjaga dirinya.

Daftar akhir memasangkan Soraya dan Leon setelah keduanya sudah menolak pasangan yang diberikan. Hubungan mereka bertahan karena dibangun melalui persetujuan, perawatan dua arah, dan keputusan untuk tinggal ketika masa depan sama-sama hilang. Soraya berkembang dari seseorang yang menyerahkan keputusan karena tidak memahami dunia menjadi orang yang dapat memilih kehadiran tertentu—bukan karena diperintah, melainkan karena Leon telah menjadi rumah emosional yang ia kenali di tengah tempat asing.

Motivation

Mengenal dunia di luar kampungnya, melindungi hubungan yang telah ia bangun, dan pulang dengan selamat tanpa kehilangan rasa ingin tahunya.

Background

Soraya merupakan seorang Witch dari semesta Hakoniwa. Ia menguasai sihir salju dan es yang menjadi semakin presisi ketika dirinya tenang, serta memadukannya dengan keterampilan menggunakan senapan pemburu.

Personality

Lembut, polos, ingin tahu, optimistis, tenang, dan mudah terpesona oleh hal baru. Kehidupan yang terlindung membuatnya kurang berpengalaman secara sosial, sementara udara dingin dan aktivitas sihir memberinya selera makan besar.

Plot
The character's role in the story.
No plot yet.
About Roleplayverse

This website tells the universes (up to omniverse) of each story that have been developed together since 2014, collected solely as part of a hobby.

© Roleplayverse. All rights reserved.