Tambahan dari Chapter 1: Marianne mengambil alih sesi setelah Alexander dan menegaskan bahwa tidak akan ada lagi toleransi terhadap pelanggaran maupun kegagalan. Ia secara langsung mengumumkan Lucy (012), Iraia (035), dan Cael (048) sebagai pemilik skor tes terendah serta menyuruh mereka memikirkan cara memperbaikinya jika ingin bertahan hidup.
Seorang mantan dokter militer yang memilih pensiun dini. Ia berasal dari keluarga militer, dan sebagai satu-satunya perempuan dalam keluarga itu, ia menempuh jalan teraman untuk memasuki karir militer- sebagai tenaga medis. Disana ia bisa mengenal seorang pria yang akhirnya ia nikahi, dan membentuk keluarga.
Untuk sementara, untuk sekitar tujuh belas tahun, dalam momen itu, Maria berharap waktu berhenti berputar agar mengekekalkan kebahagiaan itu, dalam kenaifannya, ia berharap bahwa perang akan segera berakhir. Namun sayangnya, takdir tidak pernah berbaik hati, sebuah serbuan tak terduga mendorong pasukan negaranya yang tak siap, menembus garis pertahanan.
Pertahanan mereka pada akhirnya berhasil menghentikan langkah musuh, namun Suami dan Putranya yang berada di garda terdaftar sebagai prajurit yang gugur dalam pertempuran.
Setelah kehilangan suami dan putranya dalam perang, Marianne merasa dunianya runtuh, ia tak lagi melihat apa gunanya perang ini berlanjut, dan setiap hari terus menerus mengutuk takdir. Ia mendapati tangannya gemetar dalam kemarahan, dan mendapati dirinya tidak bisa menyelamatkan satupun nyawa yang ia anggap penting, karena itu, ia mundur di waktu yang tepat ketika project Voltaire Valeur diumumkan.
Merasa ada harapan untuk mencegah kehancuran perang berlanjut, Maria akhirnya memilih bergabung sebagai peneliti, dan akan memantau jiwa-jiwa polos di tanah terlindung itu untuk mencapai kedamaian sejati.
Cabang Ilmu :
—Genetika Medis
Dalam pembinaan ia tampil dengan ekspresi netral, nada datar, dan disiplin yang sangat keras. Sikap veterannya terlihat dalam cara ia memperlakukan kelemahan dan pelanggaran sebagai sesuatu yang harus ditindak tanpa kompromi.